HALAMAN PROFIL DWP KABUPATEN PANDEGLANG
  1. SEJARAH SINGKAT
  2. AD & ART
  3. ARTI LAMBANG
  4. MARS & HIYMNE
  5. VISI & MISI
  6. STRUKTUR ORGANISASI
  7. TUGAS POKOK & FUNGSI

SEJARAH Dharma  Wanita  Persatuan  (DWP)  berawal  pada  5  Agustus  1974  saat organisasi para istri Pegawai Republik Indonesia pada masa Pemerintahan Orde Baru itu dibentuk dengan nama Dharma Wanita. Organisasi ini didirikan oleh Ketua Dewan Pembina  KORPRI saat itu, Amir Machmud, atas prakarsa Ibu Tien Soeharto sebagai Ibu Negara. Pada waktu itu Dharma Wanita beranggotakan  para istri Pegawai Negeri Sipil, anggota  ABRI yang dikaryakan, dan pegawai BUMN.

Pada  Era  Reformasi,  tahun  1998,  organisasi  wanita  ini  melakukan  perubahan mendasar. Tidak ada lagi muatan politik dari pemerintah, Dharma Wanita menjadi organisasi sosial kemasyarakatan yang netral dari politik,  independen, dan demokratis.

Nama Dharma Wanita kemudian berubah menjadi Dharma Wanita Persatuan. Penambahan kata ‘Persatuan’ disesuaikan dengan nama Kabinet Persatuan Nasional, di bawah  kepemimpinan  Presiden  Abdurrahman  Wahid.  Perubahan  organisasi  ini  tidak terbatas pada penambahan kata ‘Persatuan’ namun juga berubah menjadi organisasi yang mandiri dan demokratis.

Pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Dharma Wanita yang diselenggarakan pada tanggal 6-7 Desember 1999, seluruh   rancangan Anggaran Dasar disahkan dan menetapkan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan terpilih, Ny. Dr. Nila F Moeloek.  Pokok-pokok  perubahan  organisasi  Dharma  Wanita yang ditetapkan  pada Munaslub, antara lain :

  1. Nama organisasi berubah menjadi Dharma Wanita Persatuan.
  2. Istilah Istri Pegawai Republik Indonesia diganti menjadi Istri Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia.
  3. Penegasan   sebagai   organisasi   sosial  kemasyarakatan   yang  bergerak   di  bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya.
  4. Penegasan sebagai organisasi nonpolitik.

Penerapan demokrasi dalam organisasi (ketua umum dan ketua pada unsur pelaksana dipilih secara demokrasi).
Sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) perempuan terbesar di Indonesia, sudah selayaknya DWP memiliki standing position dan mengambil peran strategis dalam konstalasi pembangunan nasional. Sebagaimana ormas lainnya, DWP memiliki peluang untuk berkiprah  lebih luas dengan mengoptimalkan  peran sertanya  sebagaimana yang dijamin  oleh  Undang-Undang   Republik  Indonesia  Nomor  17  Tahun  2013  tentang Organisasi Kemasyarakatan.


Pada pasal 21 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2013 menyebutkan bahwa Ormas berkewajiban untuk:

  1. melaksanakan kegiatan sesuai dengan tujuan organi,   dan   norma   kesusilaan   serta memberikan manfaat untuk masyarakat;
  2. menjaga ketertiban umum dan terciptanya kedamaian dalam masyarakat;
  3. melakukan pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel; dan 
  4. berpartisipasi dalam pencapaian tujuan negara.

  
Selanjutnya, pada pasal 37, ayat (1) menyatakan bahwa keuangan ormas dapat bersumber dari :

  1. Iuran anggota;
  2. Bantuan/sumbangan masyarakat;
  3. Hasil usaha ormas;
  4. Bantuan/sumbangan dari orang asing atau lembaga asing;
  5. Kegiatan lain yang sah menurut hukum; dan/atau
  6. Anggaran   Pendapatan   Belanja  Negara  dan/atau  Anggaran   Pendapatan   Belanja Daerah

Pada sisi lain, dengan telah ditetapkannya  Undang-undang  Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Dharma Wanita Persatuan tentunya perlu menyelaraskan diri  dengan   tuntutan  perubahan   lingkungan   strategisnya.

SELENGKAPNYA | UNDUH FILE

 

LAMBANG BAGIAN I 

  1. Bunga melati berwarna putih yang berkelopak lima dengan latar belakang Sang Saka Merah Putih mengandung arti : " kedudukan wanita sebagai salah satu aset bangsa dalam pengabdiannya kepada bangsa , tanah air dan negara Republik Indonesia , yang berasaskan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945".
  2. Warna putih melambangkan kesucian dan keluhuran budi wanita serta persaudaraan kekeluargaan diantara sesamanya.
  3. Putik bunga berwarna kuning dan berjumlah lima melambangkan cita-cita dan perintis yang mewariskan sifat-sifat kemurnian pengabdian dan kesetiaan terhadap bangsa , tanah air , dan negara serta kepada generasi wanita penerus dalam pembangunan masyarakat dan manusia Indonesia seutuhnya.
  4. Warna kuning melambangkan cita-cita yang luhur , sedangkan lima putik bunga melambangkan adanya generasi wanita penerus yang berkelanjutan.


LAMBANG BAGIAN II

  1. Gambar padi terdiri dari 15 butir dan kapas terdiri dari 6 buah melambangkan cita-cita dan tujuan organisasi dharma wanita persatuan , yaitu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merata berasaskan pancasila dan berdasarkan undang-undang dasar 1945 , bagi seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan bagi seluruh anggota dharma wanita persatuan pada khususnya.
  2. Gambar padi juga sebagai simbol kegiatan bidang ekonomi , sedangkan gambar kapas sebagai simbol kegiatan bidang sosial budaya.

 

LAMBANG BAGIAN III

Gambar rantai terdiri dari 15 mata rantai melambangkan rasa persatuan dan persaudaraan yang erat diantara seluruh anggota dharma wanita persatuan , untuk secara bersama-sama bahu-membahu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi guna mencapai cita-cita dan tujuan organisasi.

 

LAMBANG BAGIAN IV

Gambar buku melambangkan kegiatan bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota dengan senantiasa menimba ilmu pengetahuan sesuai dengan laju perkembangan teknologi.

VIDEO MARS & HYMNE DHARMA WANITA PERSATUAN

 

HYMNE DHARMA WANITA PERSATUAN

 

TAQWA PADA TUHAN YANG ESA
DHARMA WANITA PERSATUAN
KAMI BERKARYA MANDIRI
UNTUK MENCAPAI TUJUAN

KEMITRAAN MEWUJUDKAN
MASYARAKAT ADIL DAN MAKMUR
KAMI MENDAMBAKAN KESEJAHTERAAN
MENINGKATKAN SUMBER DAYA ANGGOTA NYA

BINA JIWA RAGA
BUDI PEKERTI NAN LUHUR
TEGARKAN TEKADNYA
DHARMA WANITA PERSATUAN

 

========================================================



MARS DHARMA WANITA PERSATUAN

 

DHARMA WANITA PERSATUAN
BERSATU PADU IKUT BERJUANG
MEWUJUDKAN MASYARAKAT ADIL
DAN MAKMUR SENTOSA SECARA MERATA

REFF:
MELAKSANAKAN KARYA DENGAN MANDIRI
MEMBINA ISTRI PEGAWAI NEGERI
TINGKATKANLAH MUTU PENDIDIKAN
DAN EKONOMI SOSIAL DAN BUDAYA
TERCAPAILAH HARAPAN KITA
SEJAHTRALAH ANGGOTA DAN K'LUARGANYA

IKUT SERTA MEMPERSEMBAHKAN
DHARMA BHAKTINYA KEPADA BANGSA
TINGKATKAN SUMBER DAYA INSANI
LINDUNGI DAN HORMATI HAK AZASI-NYA

 SUSUNAN KEPENGURUSAN

DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN PANDEGLANG

PERIODE 2018 – 2021

 

PENASEHAT  : BUPATI PANDEGLANG
    WAKIL BUPATI PANDEGLANG
    SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG
   

KETUA GOW KABUPATEN PANDEGLANG

 

KETUA   : NY. HJ. EHA FERRY
WAKIL KETUA : 1. NY. HJ. YUYU UTUY
    2. NY. HJ. JUJU ISKANDAR
    3. NY. HJ. DETI DADAN
SEKRETARIS : 1. NY. MELLY RAMADANI
    2. NY. HJ. SITI HAYATI AGUS SUMARDANI
    3. NY. YUSLI AGUS WAHYUDIN
BENDAHARA : 1. NY. HJ. NANI ENTUS
    2. NY. HJ. NUNUNG NURJANAH
BIDANG EKONOMI    
KETUA : NY. TATI FIRMAN
WAKIL KETUA : NY. YATI SYAFRUDIN
SEKRETARIS : NY. HJ. DAHLIA TATANG
ANGGOTA : 1. NY. HJ. ELLA SUTISNA
    2. NY. ITA AMRI
    3. NY. ROSIANTI AGUS MAKDUM
    4. NY. HJ. LELA KODIAT
BIDANG SOSIAL BUDAYA    
KETUA : NY. RINA FAHMI
WAKIL KETUA : NY. SUPRAPTI GHAFFAR
SEKRETARIS : NY. SRI YAHYA
ANGGOTA : 1. NY. HJ. NONOK NATAESAH DIDI
    2. NY. FATIMAH UJANG S
    3. NY. LELY JAJANG
BIDANG PENDIDIKAN    
KETUA   : NY.HJ. SULASIAH OLLIS
WAKIL KETUA  : NY.HJ. ELIS WOWON 
SEKRETARIS  : NY. RIRIN FUJIWIDODO
ANGGOTA  : 1. NY.HJ. NINIH AGUS PRIYADI 
    2. NY.HJ. IROH KABIR
    3. NY.HJ. EULIS TAUFIK
    4. NY. LIA KURNIA
    5. NY. LIEZ AZIZAH FIRMAN

 

A. TUGAS POKOK :

  1. Membina anggota dalam memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, meningkatkan kemampuan, dan pengetahuan, menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai pihak serta meningkatkan kepedulian;
  2. Melakukan pembinaan mental dan spiritual anggota agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkepribadian, serta berbudi pekerti luhur.

B. FUNGSI :

Sebagai wadah untuk melakukan pembinaan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok organisasi